Cara Mudah Melakukan Import dan Export di Wordpress

Cara Mudah Melakukan Import dan Export di WordPress

Pemilik website yang sudah aktif mengelola website selama bertahun-tahun biasanya sering mengalami pasang surut dalam hal jumlah kunjungan. Dalam rentang waktu tertentu, jumlah kunjungan bisa tetap stabil, bisa mendadak naik karena sebuah postingan yang mendadak viral di media sosial, bisa pula mendadak turun tajam karena algoritma Google yang berubah atau karena sebab lain yang sulit untuk diidentifikasi.

Masalah lain juga seringkali muncul saat mengelola website. Strategi pengembangan website juga dapat berubah sewaktu-waktu, dan mungkin suatu saat muncul pertimbangan untuk memindahkan data dari sebuah website ke website lain. Mungkin karena nama domain website tersebut dinilai tidak lagi bisa merepresentasikan website secara keseluruhan atau barangkali karena ingin mengubah strategi konten website secara total.

Gambaran situasi di atas hanyalah salah satu skenario yang mungkin terjadi di mana fitur Import dan Export di WordPress menjadi fitur yang cukup penting. Fitur Export untuk mengambil semua data dari website lama, sedangkan fitur Import untuk memindahkan data ke website baru.

Khusus untuk fitur Import, selain mengimpor data dari platform WordPress, fitur ini bisa digunakan untuk mengimpor data dari platform lain, misalnya Blogger, Tumblr, LiveJournal, TypePad, Xanga, Posterous, dan lain-lain.

Menyimpan semua postingan website sebagai backup juga termasuk sebagai salah kegunaan dari fitur Export. Kelebihannya, tidak perlu install plugin. Kekurangannya, terbatasnya jenis data yang bisa disimpan, yaitu hanya meliputi postingan, kategori, tag, custom fields, dan komentar. Sedangkan untuk file-file yang sudah kamu upload seperti gambar, audio, video dan dokumen dapat kamu unduh dengan fitur Export secara terpisah.

1. Cara Export Konten dari WordPress

Proses ini bertujuan untuk mengambil data dari situs lama kamu dan menyimpannya dalam format file .xml (biasa disebut file WXR).

Langkah-langkah:

  1. Masuk ke Dashboard: Login ke akun WordPress kamu.
  2. Buka Menu Tools: Pada sidebar sebelah kiri, arahkan kursor ke menu Tools (Peralatan) lalu pilih Export.
  3. Pilih Konten: Kamu akan diberikan pilihan:
  4. All Content: Mengambil semua pos, halaman, komentar, kategori, dan tag. (Disarankan jika ingin pindah total).
  5. Posts/Pages: Hanya mengambil artikel atau halaman saja dengan filter tanggal atau kategori tertentu.
  6. Download File: Klik tombol Download Export File. Simpan file tersebut di folder yang aman di komputer kamu.

2. Cara Import Konten ke WordPress

Setelah kamu memiliki file hasil export, saatnya memasukkannya ke situs tujuan.

Langkah-langkah:

  1. Masuk ke Situs Baru: Login ke dashboard WordPress tujuan kamu.
  2. Buka Menu Import: Klik Tools > Import.
  3. Install WordPress Importer: Cari opsi bertuliskan “WordPress” di bagian bawah daftar. Jika belum terpasang, klik Install Now.
  4. Jalankan Importer: Setelah terpasang, klik tulisan Run Importer.
  5. Unggah File: Klik Choose File, pilih file .xml yang sudah kamu download sebelumnya, lalu klik Upload file and import.
  6. Atur Penulis (Assign Authors): * Kamu bisa memilih untuk membuat user baru atau menghubungkan konten tersebut ke user yang sudah ada di situs baru.
  7. Penting: Centang kotak “Download and import file attachments” agar gambar-gambar di dalam artikel ikut berpindah ke server baru kamu.
  8. Selesai: Klik Submit dan tunggu hingga prosesnya selesai.

3. Hal Penting yang Harus Kamu Perhatikan

Agar proses ini tidak error, kamu perlu memastikan beberapa poin berikut:

  • Batas Ukuran File (Upload Limit): Jika file .xml kamu sangat besar, pastikan limit upload di hosting kamu mencukupi. Jika tidak, proses import akan gagal di tengah jalan.
  • Koneksi Internet: Jangan tutup browser selama proses import berjalan, terutama saat sistem sedang mengunduh gambar (attachments).
  • Plugin & Tema: Fitur import bawaan ini hanya memindahkan konten (tulisan & gambar). Pengaturan tema dan plugin biasanya harus kamu atur ulang secara manual atau menggunakan fitur export khusus dari plugin tersebut.

4. Alternatif: Menggunakan Plugin (Untuk Migrasi Total)

Jika kamu merasa cara manual di atas terlalu rumit karena harus mengatur ulang plugin, kamu bisa menggunakan plugin seperti All-in-One WP Migration atau UpdraftPlus. Plugin ini akan membungkus seluruh isi website kamu (termasuk database dan plugin) menjadi satu file paket untuk dipindahkan.

Kesimpulan

Anggaplah kamu memiliki dua website, website pertama mengulas resep masakan dan yang kedua difokuskan pada niche kebugaran tubuh atau fitness. Suatu saat kamu mencoba untuk menerbitkan resep masakan yang membantu kebugaran tubuh di website tentang fitness, dan ternyata responnya jauh lebih antusias dibandingkan website resep.

Setelah mempelajari situasi tersebut dan mempertimbangkannya secara hati-hati, barangkali kamu mengambil keputusan untuk memindahkan semua resep masakan yang ditujukan untuk meningkatkan stamina tubuh ke website fitness dan menghapus semua resep tersebut dari website resep.

Fitur Export dan Import sangat memudahkan kamu sebagai pengguna WordPress untuk memindahkan data antara kedua website tersebut. Dalam proses pemindahan data, tentu kamu tidak boleh lupa dengan dampaknya terhadap SEO sehingga kamu perlu melakukan langkah-langkah tertentu agar pemindahan data tersebut tidak berpengaruh buruk terhadap kedua website.

Sebelum mengimpor data dari website lain, backup juga seharusnya dilakukan terlebih dahulu secara menyeluruh. Jika nantinya terjadi sesuatu yang di luar dugaan pada website setelah memindahkan data, kamu bisa memulihkan website seperti sediakala dengan menggunakan backup tersebut.

Leave a Reply