Salah satu daya tarik WordPress adalah tersedianya theme gratis yang jumlahnya sangat banyak. Di antara semua theme tersebut, banyak theme yang terlihat sederhana, tapi banyak pula theme yang desainnya benar-benar nyaman dipandang dan memiliki fitur-fitur yang dapat menandingi theme komersil. Rata-rata theme gratis tersebut disertai dengan tulisan Powered by WordPress.
Powered by WordPress pada umumnya ditampilkan di bagian footer dan ukuran hurufnya pun relatif kecil sehingga tidak terlihat mengganggu, tapi banyak pemilik website yang tetap memilih untuk menghilangkan teks tersebut dengan alasan mulai dari sekedar tidak menyukainya hingga dianggap membuat website terkesan kurang profesional.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan teks Powered by WordPress, tapi teks tersebut tidak ada manfaatnya baik bagi pemilik website maupun bagi pengunjung website. Pengunjung pun rata-rata juga tidak peduli apakah sebuah website dibuat menggunakan WordPress atau platform lain.
Selain itu, biasanya pengunjung hanya membaca halaman sampai pada akhir konten saja atau bahkan hanya sampai di tengah-tengah konten, sedangkan footer cenderung diabaikan kecuali jika pengunjung berniat mencari informasi spesifik mengenai website yang dibukanya.
Karena teks Powered by WordPress tidak ada manfaatnya, maka teks tersebut memang sebaiknya dihilangkan saja. Akan lebih baik kalau Powered by WordPress diganti dengan teks atau informasi lain yang terkait dengan website, misalnya pernyataan hak cipta yang memberitahu pengunjung bahwa konten website anda tidak boleh didistribusikan di tempat lain dengan cara apa pun tanpa ijin tertulis dari anda.
1. Lewat Menu Customize (Paling Aman)
Banyak tema modern (seperti Astra, OceanWP, atau GeneratePress) sudah menyediakan opsi untuk mengubah footer tanpa perlu koding.
- Masuk ke Dashboard > Appearance (Tampilan) > Customize (Sesuaikan).
- Cari menu bernama Footer, Footer Builder, atau Footer Bottom.
- Cari kolom teks yang berisi “Powered by WordPress” atau kode seperti [copyright] [site_title].
- Hapus atau ganti tulisan tersebut dengan nama brand kamu sendiri.
- Klik Publish.
2. Menggunakan Widget
Beberapa tema meletakkan informasi hak cipta di dalam area widget.
- Pergi ke Appearance (Tampilan) > Widgets.
- Cari area bernama Footer Bar atau Footer Column.
- Cek apakah ada widget Text atau Custom HTML yang berisi tulisan tersebut. Jika ada, kamu tinggal menghapusnya.
3. Edit File footer.php
Jika tema kamu tidak menyediakan opsi di atas, kamu bisa menghapusnya langsung dari file sistem. Peringatan: Lakukan backup atau gunakan Child Theme agar website tidak error jika terjadi salah ketik.
- Masuk ke Appearance (Tampilan) > Theme File Editor.
- Di bagian kanan, cari file bernama Theme Footer (footer.php).
- Cari (tekan Ctrl + F) kata kunci “powered” atau “wordpress”.
- Biasanya kodenya terlihat seperti ini:

- Klik Update File.
4. Menggunakan Plugin
Kalau kamu tidak mau pusing dengan koding, ada plugin yang bisa melakukannya dalam satu klik.
- Install dan aktifkan plugin bernama “Remove Powered by WordPress”.
- Pergi ke Appearance > Customize.
- Biasanya akan muncul menu baru untuk menghilangkan tulisan tersebut secara otomatis tanpa mengganggu struktur tema.
Kesimpulan
Tidak hanya pemberitahuan hak cipta saja yang bisa ditambahkan pada bagian footer untuk menggantikan teks Powered by WordPress. Anda juga dapat memuat beberapa link di lokasi tersebut, misalnya link yang mengarah ke halaman Tentang Kami agar pengunjung bisa mengetahui siapa yang mengelola website, halaman Hubungi Kami yang memuat informasi kontak atau formulir kontak, halaman Kebijakan Privasi untuk website yang memasang iklan, dan lain-lain.
Informasi lain yang juga lebih bermanfaat daripada teks Powered by WordPress adalah sitemap HTML. Sitemap memuat link yang mengarah ke berbagai halaman yang ada di dalam website. Mungkin jarang pengunjung yang mengakses sitemap, tapi setidaknya sitemap dapat membantu bot mesin pencari di dalam mengindeks halaman-halaman website.
Formulir pendaftaran untuk berlangganan newsletter melalui email yang dicantumkan di dalam footer juga lebih berguna daripada sekedar teks yang bertuliskan Powered by WordPress. Dulu tawaran berlangganan tersebut biasa diletakkan di sidebar, tapi kini sudah banyak yang memindahkannya ke footer sejak smartphone menjadi barang yang dimiliki hampir setiap orang.






